Pilihlah sepeda yang sesuai dengan tinggi badan goweser,
sesuai dengan yang disarankan pabrikan sepeda tersebut. Rekomendasi
ukuran rangka bisa berbeda untuk merek yang berbeda, walaupun jenis
sepedanya sama. Sebagai contoh, untuk sepeda balap Colnago ukuran 54
(cm) direkomendasikan untuk pengendara dengan tinggi badan 180-183 cm,
sedangkan untuk sepeda balap Mekk ukuran 54 direkomendasikan untuk
tinggi badan 173-183 cm. Oleh karena itu penting untuk
mencari rekomendasi ukuran yang spesifik terhadap merek dan jenis sepeda
yang dibeli. Di bawah ini
gemar sepeda sudah menampilkan ukuran tabel untuk road bike, silahkan dicek goweser.
Ada beberapa cara untuk menemukan rekomendasi ukuran. Kalau goweser
membeli di
toko sepeda yang baik, mestinya penjaga toko bisa memberikan
saran mengenai ukuran yang tepat. Mungkin ada semacam brosur yang bisa dibaca yang berisi tabel ukuran sepedanya. Alternatif berikutnya adalah ke situs pabrikan sepeda tersebut dan cari
panduan ukurannya di situ. Kalau sampai di sini masih belum ketemu, alternatif terakhir tentunya adalah Google (atau mungkin juga ini alternatif pertama).
:). Bagaimana kalau goweser terlanjur membeli sepeda yang ukurannya tidak
sesuai? Asal tidak terlalu ekstrim, menurut saya mungkin
tidak apa-apa, masih bisa diatasi dengan penyetelan di bawah ini.
Ketinggian Sadel
Penyetelan pertama (dan terpenting) yang dilakukan adalah menyetel
tinggi sadel. Ini sangat penting karena kalau tidak bisa-bisa
mengakibatkan cedera. Setelan tinggi sadel yang terlalu rendah
memberikan tekanan yang lebih pada lutut, sehingga bisa berakibat sakit
atau cedera pada lutut, dan disamping itu tidak memungkinkan untuk
menyalurkan tenaga secara penuh ke pedal. Sebaliknya, setelan yang
terlalu tinggi mengakibatkan goweser harus berjingkat dan pinggul berayun
untuk mencapai pedal, yang mengakibatkan sakit di punggung bagian bawah,
dan juga bagian selangkangan akibat gesekan.
Tujuan utama yang hendak dicapai dari penyetelan ini adalah, agar
ketika pedal berada di posisi jam 6 atau bagian paling bawah, paha goweser membentuk sudut yang sesuai terhadap betis (lihat gambar di atas). Dan
ingat dalam mengayuh pedal, posisi tumit sebaiknya selalu lebih tinggi
dari jari kaki (lihat gambar atas).
Ada beberapa cara untuk mencari ketinggian yang pas. Cara pertama
adalah dengan melihat sudut di lutut seperti di atas. Sayangnya panduan
tentang sudut yang sesuai berbeda-beda tergantung sumbernya. Menurut
video BikeDynamics di atas, sudut yang sesuai adalah 143-148 derajat. Sedanfkan Cycling Performance Tips menyebut sudut 25-30 derajat untuk menghindari cedera di lutut. Sedangkan menurut
video Performance Bicycle, sudutnya adalah 160-170 derajat (lihat gambar di bawah).
Cara yang lain adalah dengan mengukur panjang kaki bagian dalam
(dari selangkangan ke lantai), lalu mengalikannya dengan 0.883. Inilah
jarak antara bagian atas sadel sampai titik tengah
bottom bracket.
Cara yang ketiga adalah dengan mengayuh sepeda dengan menggunakan
tumit, lalu menyetel ketinggian sadel sehingga kaki berada pada posisi yang benar-benar
lurus dan lutut mengunci pada saat posisi pedal ada di paling bawah.
Tapi jangan terlalu tinggi sehingga pinggang harus bergoyang ketika
mengayuh.
Kalau menurut saya sebaiknya dicoba saja, pilih suatu ketinggian yang
sudutnya masuk dalam kisaran di atas, lalu dicoba jalan dan dinaikkan
atau diturunkan untuk mencari posisi yang paling nyaman. Yang penting
jangan terlalu tinggi sehingga lutut lurus terkunci atau pinggul goyang kiri kanan ketika mengayuh, dan jangan terlalu rendah
sehingga kayuhan tidak bertenaga penuh dan akibatnya lutut terasa sakit.
Kalau merubah ketinggian, rubahlah sedikit demi sedikit, karena beda 1
cm saja efeknya sudah bisa terasa.
Cobalah untuk bersepeda yang agak lama di posisi yang goweser rasa
cocok. Mungkin sekitar sejam sampai merasa lelah, karena ketika goweser lelah maka
kekuatan kaki sudah beda. Telapak kaki yang tadinya membentuk sudut akan
cenderung menjadi horizontal ketika lelah, dan goweser akan merasa setelan
sadelnya terlalu tinggi (atau sebaliknya, terlalu rendah).
Setelah goweser menemukan setelan yang terbukti pas, tandai ukuran
ketinggian tersebut dengan spidol agar setelannya tidak hilang kalau
ketinggian sadel dirubah orang atau sadel dilepas.
Posisi Maju Mundur Sadel
Berikutnya adalah pengepasan posisi maju mundur sadel. Untuk ini Anda
butuh seutas tali dan bandul. Lalu duduklah di atas sadel, kayuhlah
lengan pedal sehingga posisinya horizontal (jam 3 untuk kaki kanan).
Lalu tempelkan tali yang sudah diikat ke bandul tadi ke bagian depan
lutut. Bagian bawah tali tersebut sebaiknya melintas di pusat
pedal.
Mengukur posisi maju mundur sadel
Terlihat pada gambar di atas, talinya agak di depan pusat pedal.
Berarti posisi sadel perlu digeser ke belakang. Tapi ada juga yang
bilang, kalau majunya agak ke depan itu tidak apa-apa karena pusat
massanya masih “di dalam”. Baiknya ya dicoba-coba saja.
Pengaturan Posisi Stang Sepeda
Berikutnya adalah pengaturan posisi stang sepeda. Posisi stang akan
menentukan postur bersepeda, apakah membungkuk sekali seperti atlit
balap sepeda Tour de France, atau agak tegak seperti MTB. Posisi
membungkuk lebih aerodinamis, tapi bisa membuat punggung dan tangan
sakit kalau tidak biasa. Sedangkan posisi yang agak tegak lebih cocok
untuk touring dan/atau pengendara sepeda yang masih baru.
Untuk mengatur ketinggian stang sepeda, ada beberapa cara. Pertama, dengan mengatur sudut stang, seperti pada gambar di bawah.
Mengatur sudut sehingga stang lebih rendah atau lebih tinggi
Tapi ingat, jangan menyetel sudutnya terlalu rendah, karena bahaya. Bisa-bisa pegangan goweser terlepas dari setang!
Kedua dengan mengubah letak spacer (lihat gambar di bawah). Kalau
stang kurang rendah, maka spacer bisa dipindah ke atas stem. Caranya
dengan melepas 3 baut seperti di gambar di bawah, lalu lepas stem, lepas
spacer, masukkan stem, masukkan spacer, lalu kencangkan lagi bautnya.
Dan sebaliknya, kalau memang menungkinkan.
Stem, spacer, dan headset
Ketiga dengan membalik arah stem. Seperti terlihat di atas, kalau
stem dimasukkan terbalik atas bawahnya, maka posisi stem akan mendongak
ke atas dan posisi stang akan naik. Caranya pertama lepas stang dari
stem dengan melepas 4 baut pada gambar sebelumnya, lalu lepas stem dari
headset, lalu masukkan stem lagi secara terbalik, pasang stang, dan
pasang/kencangkan baut-bautnya.
Kalau cara-cara di atas sudah tidak memungkinkan, mungkin goweser harus mengganti stem dengan panjang dan sudut yang sesuai.